Featured Post Today
print this page
Latest Post

HASIL PEMBAHASAN MUNAS ISMAPETI 2012


Berikut adalah file hasil pembahasan Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Download (klik disini)
0 komentar

REVISI AKHIR DRAFT MUSWIL XII



Berikut adalah file revisi terakhir draft Musyawarah Wilayah ISMAPETI Wilayah III. semoga dapat bermanfaat.

Download File (Klik Disini)
0 komentar

Kasus Flu Burung Merebak di Daerah Jakarta



Metrotvnews, Jakarta: Kasus flu burung yang menyerang beberapa wilayah di Jawa Tengah kini sudah menjangkiti Jakarta, terutama wilayah Jakarta Utara. 

Terdeteksinya virus aviant influenza (AI) itu setelah Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (P2K) Jakut mendapati laporan dari seorang warga yang unggasnya mati mendadak.

"Iya, memang benar sudah ada kasus flu burung. Tepatnya tanggal 1 Januari 2012 ada laporan warga Kebon Bawang yang mendapati ayamnya mati mendadak," ungkap Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin P2K Jakut, Mochamad Mikron, Kepada Media Indonesia, Selasa (8/1).

Sudin P2K Jakut kemudian mendatangi rumah Khairiyah, pemilik unggas yang mati, untuk mengambil uji sampel. Hasil uji darah unggas yang diambil di balai kesehatan hewan dan ikan (BKHI) ditemukan hasil positif terjangkiti virus flu burung. 

"Setelah kita dapti hasil yang positif, kita lalu memusnahkan dengan cara membakar semua ayam yang ada di kandang di rumah tersebut," kata Mikron.

Untuk mencegah dan antisipasi penyebaran virus, pihak Sudin P2K lalu melakukan sweeping unggas skala besar yaitu di seluruh wilayah RW 014 ditambah dengan RT 012/02 Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

"Jadi yang ayam kita ambil semua. Sedangkan untuk burung peliharaan dan ayam bangkok kita ambil darahnya untuk sampel. Kita belum dapat jawabannya," tegas Mikron.

Menurut Mikron, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh Lurah dan Camat se-Jakarta Utara untuk selalu memantau keadaan di wilayahnya dan melaporkan jika mendapati ada kasus unggas yang mati mendadak. Pihaknya juga akan selalu melakukan pantauan secara acak di lokasi-lokasi unggas.

Mikron mengatakan, siklus perubahan cuaca yang terjadi pada masa transisi pergantian tahun umumnya memang kadang menyebabkan kematian unggas. Karena itu, Mikron meminta warga meningkatkan kewaspadaannya dan mengenali ciri-ciri kasus kematian unggas di lingkungan masing-masing.

"Untuk lebih pasti dan antisipasi, baiknya warga langsung melapor kalau mendapati kasus unggas mati. Biar terdeteksinya dengan cepat dan tahu persoalannya secara pas," pungkasnya. (*/OL-3)

sumber: MetroTv News

0 komentar

OPEN RECRUITMENT STAF AHLI PB ISMAPETI


Salam Harmoni Perubahan..
Bagaimana kabar rekan-rekan peternakan sekalian? Semoga semakin lebih baik. Sekarang adalah saat yang sahabat ISMAPETIERS (panggilan untuk sahabat ISMAPETI) tunggu-tunggu. OPEN RECRUITMENT Staf Ahli ISMAPETI. Staf Ahli ini nantinya akan membantu kinerja dari Pengurus Besar ISMAPETI dalam menjalankan program kerjanya. Staf ahli yang dibutuhkan berjumlah 14 orang, diantaranya yaitu :
1. Staf Ahli BUMI (Badan Usaha Milik Ismapeti)
2. Staf Ahli Internal-Kesekretariatan
3. Staf Ahli Perapian Data dan Informasi
4. Staf Ahli Ekspansi Kelembagaan
5. Staf Ahli Keprofesian
6. Staf Ahli Keilmuan
7. Staf Ahli Journalist
8. Staf Ahli Media Sosial
9. Staf Ahli Internal Sekretariat Ketua Umum
10. Staf Ahli Advokasi Pemerintahan dan Kebijakan
11. Staf Ahli Public Relation
12. Staf Ahli Design & Blog
13. Staf Ahli Networking
14. Staf Ahli Tulis
Eitsss, tapi tunggu dulu. Syarat dan ketentuannya berlaku lho. Berikut persyaratannya :
1. Bakal calon Staf Ahli merupakan mahasiswa peternakan aktif dari Institusi yang tergabung dalam keanggotaan ISMAPETI
2. Memiliki loyalitas, tanggung jawab dan komitmen tinggi
3. Mengerti dan Mampu bekerjasama dengan ketua bidang
4. Menulis surat pernyataan bersedia menjadi staf ahli disalah satu bdang.
5. Sanggup bekerja berbasis target bersama ketua bidang
6. Mengisi form yang dapat diunduh di sini (mulai tanggal 5 januari 2012)
7. Menulis essay tentang deskripsi diri dengan format bebas (max 250 kata)
8. Surat Pernyataan, Essay dan Form yang telah diisi dikirimkan melalui e-mail pbismapeti@gmail.com
9. Setelah mengirimkan form, silahkan registrasi ke nomor : 082375148247; format : Nama_Staf yang dipilih
Open recruitment ini akan mulai tanggal 7 januari 2013 pukul 00.00 WIB, dengan timeline sebagai berikut :
7-14 Januari 2013                   Pengumpulan Berkas
14-19 Januari 2013                 Seleksi Berkas Bakal Calon
19 Januari 2013                      Pengumuman calon Staf Ahli          dihttp://www.pbismapeti.wordpress.com
20-21 Januari 2013                  Seleksi Wawancara (by phone)
23 Januari 2013                       Pengumuman Staf Ahli Terpilih
So, tunggu apa lagi? Download formulirnya di sini dan lengkapi persyaratannya. Kumpulkan paling lambat tanggal 14 januari pukul 23.59 WIB.

Download Form Pendaftaran:
Don’t Miss It and Be There Guys.



0 komentar

Vaksin baru flu burung diproduksi Januari 2013


JAKARTA. Pemerintah menyiapkan vaksin untuk menangkal virus baru flu burung yang menjangkiti ratusan ribu itik di beberapa daerah di Indonesia. Vaksin tersebut diharapkan sudah diproduksi pada akhir Januari 2013.
Syukur Iwantoro, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kemtan), menyatakan, saat ini pemerintah sedang berkonsentrasi untuk menciptakan vaksin baru. "Vaksin sedang diuji oleh para ahli, mudah-mudahan akhir Januari sudah bisa diproduksi," ujar Syukur kepada KONTAN, Jumat (21/12).
Pemerintah tengah mengujicoba vaksin untuk clade 2.1 ditantang dengan virus clade 2.3. "Sehingga diharapkan secara paralel mampu menyiapkan vaksin clade 2.3," tambah Pujiatmoko, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Sebelumnya, Indonesia telah menciptakan vaksin penangkal virus avian influenza untuk clade 2.1. Virus AI berkode clade 2.1 sub clade 2.1.3 itu hanya menyebabkan penyakit atau patogen pada ayam. Sedangkan virus yang menyerang itik, yakni sub clade 2.3.2, berbeda dengan virus yang menyerang ayam. Kelompok virus baru ini lebih patogen pada itik.
Kemtan telah bertemu dengan seluruh Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Balai Veteriner di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, Bali, dan Lampung, serta para pakar untuk membahas langkah meminimalkan kasus flu burung. "Mereka sepakat memberikan vaksin lokal kepada itik yang terkena virus jenis baru ini," ujar Syukur.
Tapi, Ade M. Zulkarnaen, Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), pesimistis pemerintah mampu menghasilkan vaksin baru dalam tempo dua bulan. "Dulu saja, untuk menghasilkan vaksin flu burung pada ayam kampung butuh waktu dua tahun penelitian antara Pemerintah Indonesia dan Belanda," kata Ade.
Kalaupun pemerintah berhasil menciptakan vaksin untuk virus itu, Ade mempertanyakan apakah vaksin itu mampu efektif melindungi itik dari serangan sub clade 2.3.2. Sebab, Ade punya pengalaman dengan kasus flu burung yang menjangkiti ayam. "Pada 2009, saya mengembalikan seluruh vaksin peternak Himpuli, karena hasilnya tidak efektif," kata Ade.
Masalah lain yang muncul setelah vaksin ditemukan adalah bagaimana memproduksinya. Sebab, pemerintah harus memproduksi vaksin dalam jumlah besar, yakni setara populasi itik di Indonesia. Ade menghitung, jika harga rata-rata vaksin Rp 300, maka butuh biaya Rp 15,9 miliar. "Itu untuk harga di peternak, kalau harga proyek pasti lebih besar lagi. Populasi itik kita sekitar 53 juta," ungkap dia.
Apalagi, vaksinasi akan lancar apabila kegiatan restrukturisasi peternakan unggas berjalan efektif. Restrukturisasi peternakan ini setidaknya memerlukan dana Rp 300 miliar setiap tahun. "Restrukturisasi mulai 2009 tidak berjalan karena tidak ada koordinasi antara direktorat," kata Ade.
Peternak lokal mendesakpemerintah memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut. Kemtan harus mencari tahu asal mula virus. Jika terbukti berasal dari itik impor, maka pemerintah harus melarang impor itik. "Kami tidak makan itik impor tidak rugi karena subtitusinya banyak. Kenapa pemerintah tidak mau menghentikan impor ini?" kata Ade.

Sumber: Kontan News
0 komentar

Revisi Draft MUSWIL XII ISMAPETI Wilayah III


Semarang, 09 Desember 2012 bertempat di rumah Koordinator Majelis Pekerja ISMAPETI Wilayah III Badan Perumus Musyawarah Wilayah XII ISMAPETI telah melaksanakan rapat koordinasi guna menyusun draft pembahasan MUSWIL XII. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pengurus Besar Zia Zamititah Pawana, seluruh Majelis Pekerja, empat dari lima Badan Perumus, dan perwakilan dari panitia MUSWIL XII. Materi pembahasan meliputi draft agenda acara, draft tata tertib sidang, dan draft mekanisme pemilihan badan kelengkapan ISMAPETI Wilayah III.

Untuk mempermudah berlangsungnya MUSWIL yang waktu pelaksanaannya masih menunggu konfirmasi dari panitia, maka kami selaku Majelis Pekerja menyediakan file draft hasil pembahasan BP 2012.

0 komentar

Hymne ISMAPETI


Lirk Hymne ISMAPETI
G = Do 4/4
By: JIMI HARYANTO, Mahasiswa Universitas Bengkulu
Diciptakan pada bulan Mei 2000
Kami insan peternakan Indonesia
Bersama dalam menggapai cita-cita mulia
Ikrar setia, dari kami anak bangsa
Bersatu dalam membangun nusantara jaya
Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia
Beraneka warna dalam satu wadah
Dan setia
Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia
Bina putra bangsa bangun nusantara yang sentosa
Reff :
Kau kebanggaan jadi panduan tuk masa depan
Do’a kami I S M A P E T I
Jayalah selamanya


Download gratis Hymne Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indoensia

Download Klik Di Sini
0 komentar

SALURAN TATANIAGA TERNAK AYAM




     Dalam kerangka agribisnis sebagai suatu pendekatan pengelolaan usaha yang secara menyeluruh, maka penanganan peternakan sebagai rangkaian kegiatan beberapa sub sistem yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Sub-sub sistem tersebut dapat dijabarkan dalam bentuk kegiatan peternakan             (on-farm activities) dan kegiatan luar peternakan (of-farm activities) yang mencakup: 1) pengadaaan sarana produksi 2) industri pengolahan hasil 3) tataniaga 4) jasa-jasa penunjang (Priyadi, 2004).

     Usaha peternakan ayam broiler (ras) ditinjau dari aspek finansial merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang memberikan keuntungan. Dalam menjalankan usaha ayam broiler terdapat dua jenis pengelolaan, yakni dikelola secara mandiri (peternak mandiri) dan dikelola dalam bentuk plasma-inti (peternak plasma inti). Para pedagang dalam menjalankan usahanya benar-benar dikelola sebagai usaha memperoleh pendapatan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Lain halnya dengan para peternak yang dalam menjalankan usahanya relatif kurang memberikan keuntungan, sehingga sebagian kecil para peternak dalam melakukan usahanya sebagai usaha sampingan.
      Tataniaga yang efisien adalah sampainya produk ke konsumen akhir menurut tempat, waktu, dan bentuk yang diinginkan konsumen dengan biaya yang serendah-rendahnya serta adanya pembagian yang adil dari harga yang dibayar konsumen akhir kepada semua pihak yang terkait dalam kegiatan produksi dan tataniaga  tersebut.
      Efisiensi tataniaga merupakan salah satu komponenen penting dalam menciptakan sistem tataniaga yang dapat memberikan keuntungan kepada berbagai pihak yang terkait dalam tataniaga ayam, seperti: peternak, pedagang dan konsumen. Melalui pelaksanaan tataniaga yang efisien pada akhirnya akan berpengaruh pada pembentukan tingkat harga.
     Faktor-faktor yang mendukung terciptanya tataniaga yang efisien mencakup: struktur pasar, lembaga tataniaga yang terlibat, dan transmisi harga. Pengukuran efisiensi tataniaga pertanian secara umum dapat dibedakan secara kualitatif dan secara kuantatif. Ukuran secara kualitatif sebagai upaya mengungkapkan keterkaitan tataniaga terhadap kesejahteraan masyarakat yang menggunakan pendekatan teknik S-C-P, yaitu; market strcture, market conduct dan market performance (Sukartawi, 1993). Adapun pengukuran secara kuantatif digunakan beberapa konsep antara lain: 1) Elastisistas Transmisi Harga dan 2) Marjin Tataniaga.
      Efisiensi tataniaga akan tercipta apabila berada dalam mekanisme pasar yang bersaing sempurna dengan besarnya marjin tataniaga konstan. Indikator lain yang digunakan untuk mengukur efisiensi tataniaga adalah bagian yang diterima oleh peternak (farmer share). Berkaitan marjin tataniaga dan efisiensi, Raju dan Oppen (1980-1982) disitasi dalam Priyadi (2004) menyatakan terdapat dua ukuran efisiensi tataniaga, yaitu: 1) efisiensi operasional, dan 2) efisiensi harga. Ukuran efisiensi operasional dicerminkan oleh biaya tataniaga dan marjin tataniaga. Efisiensi harga dicerminkan oleh korelasi harga sebagai akibat pergerakan produk dari pasar satu ke pasar yang lain. Marjin tataniaga lebih sering digunakan untuk analisis efisiensi tataniaga, karena dapat menggambarkan penyebaran marjin tataniaga, dan efisiensi operasional (Sukartawi, 1993).

A. Tataniaga Ayam Broiler

      Tataniaga yang terjadi pada suatu komoditas tidak terlepas dari pengaruh struktur pasar yang terjadi. Di samping itu, pada perdagangan ayam broiler (ras) saluran tataniaga dipengaruhi juga adanya produk yang dihasilkan secara periodik dan produsen relatif tersebar. Sebagai konsekuensinya harga daging ayam sangat dipengaruhi fluktuasi pasokan. Secara umum usaha para peternak mandiri ayam broiler, hasil produksinya dijual kepada para pedagang pengumpul yang terdapat di desa-desa kemudian ke pedagang besar atau ke pedagang-pedagang pengecer yang berada dalam 1 wilayah maupun di luar wilayah kabupaten.

Para pedagang besar dalam upaya memperoleh komoditas dagangannya memperoleh pasokan dari para peternak dan pedagang pengumpul yang langsung datang. Berdasarkan gambar terdapat 5 saluran dalam sistem pemasaran ayam ras pedaging (broiler) yaitu:

1. Saluran I : Peternak – P. Pengumpul – P.Eceran – Konsumen
2. Saluran II : Peternak – P. Pengumpul –Konsumen
3. Saluran III: Peternak – P. Pengumpul – P.Besar – P. Eceran – Konsumen
4. Saluran IV: Peternak – P. Besar – P. Eceran– Konsumen
5. Saluran V : Peternak – P. Eceran – Konsumen
Peternak plasma menggunakan saluran I, II, dan III karena peternak plasma menjual produksi ayam broiler semuanya dijual kepada pedagang pengumpul yang ditunjuk perusahaan inti. Sedang peternak mandiri memasarkan produksi melalui kelima saluran pemasaran.

B. Tataniaga Ayam Petelur

      Tataniaga Ayam Kampung petelur
1. Produsen/peternak
2. Pengumpul/pemasok
3. Supermarket Pengecer
4. Konsumen/exportir
Bagi peternak ayam kampung petelur yang bermodal besar dengan produk yang kontinu, akan dapat memotong jalur pemasaran, yaitu dengan cara menjual langsung ke toko-toko besar atau langsung diekspor. Namun, bagi peternak kecil mungkin hal ini masih sulit dilakukan mengingat produk yang dihasilkan tidak bisa kontinu dan jumlahnya belum mencukupi. Pemasaran lebih cenderung menggunakan jalur lain, misalnya melalui pemasok, pengecer, atau langsung ke konsumen.
   Sedikitnya ada lima kemungkinan yang dapat dilakukan oleh petenak, yaitu pemasok, pengecer, supermarket, eksportir, atau langsung ke konsumen. Dari kelima kemungkinan tersebut yang paling banyak dilakukan oleh peternak adalah melalui pemasok, pengecer, atau langsung dijual ke konsumen.
   Pemasok terdiri dari pedagang perantara, mulai dari yang kecil, menengah, sampai yang besar. Setiap daerah selalu ada pemasokyang dapat menampung produksi telur ayam kampung. Pedagang pengecer pun bervariasi mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari para pedagang sayur-sayuran keliling, pedagang pengecer di pasar, sampai toko-toko kelontong dan barang keperluan sehari-hari. Konsumen langsung adalah ibu rumah tangga, penjual jamu, atau rumah makan. Penjualan ke toko serba ada dan eksportir biasanya hanya dialkukan oleh peternak yang cukup besar karena memerlukan kualitas dan kontinuitas produksi yang baik. Dalam kasus-kasus tertentu, seringkali para pemasok mendatangi langsung para peternak nuntuk mendapatkan telur ayam kampung (Sujionohadi, 2007).

Download file lengkap Di sini


20 komentar

Harga Daging naik, Pemerintah Ambil Tindakan




Jakarta - Pemerintah akan menambah pasokan 22 ribu ekor sapi untuk mengisi kekurangan pasokan daging. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, dengan tambahan pasokan ini, maka masalah kelangkaan dan melonjaknya harga daging akan segera diselesaikan.

"Kemarin sudah diputuskan tambahan pasokan 17 ribu dari feedloter dan lima ribu dari peternakan rakyat,” katanya dalam konferensi persnya di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 21 November 2012.

Pemerintah juga sudah memastikan RPH (Rumah Pemotongan Hewan) di Jakarta dan sekitarnya mampu memotong pasokan sapi tersebut. Untuk mengatasi permasalahan daging ini, menurut Bayu, pemerintah sudah meyakinkan RPH untuk bisa melakukan penyembelihan 300 ekor sapi per hari.

"Kalau sapi sudah berdatangan, diharapkan masalah kelangkaan bisa diatasi. Untuk pengorganisasian pasokan sapi dilakukan oleh Kementerian Pertanian," katanya. Bayu berharap adanya tambahan pasokan ini bisa membuat harga daging sapi kembali normal di kisaran Rp 75-85 ribu per kilogram.

Bayu menambahkan, para peternak di Jawa Timur sepakat tidak melarang Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat mendistribusikan sapi ke Jabodetabek masuk melalui Jawa Timur. Impor tidak diperlukan jika bisa dipenuhi dari dalam negeri.

"Proses dari sapi jadi daging harus diperbaiki rantai pasokannya sehingga memastikan ketersediaan jumlah daging," katanya.

Menurut Bayu, butuh waktu untuk menambah kapasitas dan jumlah RPH. Ia mengakui kendala distribusi masih menjadi penyebab utama. Ketiadaan kapal khusus pengangkut ternak yang memadai belum bisa diatasi.

"Belum lagi masalah pelabuhan. Saya tidak mau mengatakan ini sederhana, tapi paling tidak memastikan pasokan tidak kosong," katanya.

somber: Tempo Bisnis
2 komentar

Pengumuman BP ISMAPETI Wil III



Setelah melewati proses seleksi dan pertimbangan yang ditentukan oleh pihak Majelis Pekerja ISMAPETI Wilaayah III maka dengan ini kami menetapkan:
  1. Rudi Pamungkas (APEKA)
  2. Kiat Putra Lamanda (UGM)
  3. Zia Zamititah Pawana (UNDIP)
  4. Safira Arifiani (UNS)
  5. Junita Mayzura UNSOED)
menjadi anggota Badan Pekerja Musyawarah Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia Wilayah III 2012.

Selamat kepada mahasiswa yang terpilih menjadi BP Wil dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah ikut berpartisipasi. kami berharap kita semua bisa bertemu bersama di MUSWIL III di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang.

Seluruh anggota BP wajib untuk:
  1. mengikuti Pertemuan Rapat Koordinasi BP membahas Draft Muswil III di Fateta UNDIP*
  2. Mengikuti saecara penuh kegiatan MUSWIL III di Fateta UNDIP*


Download Draft MUSWIL III 2012

keterangan: * Waktu menunggu konfirmasi dari panitia
0 komentar

Penyakit Helminthiasis (Cacingan) pada Ruminansia


Gambar 1. Sapi yang Kurus Terserang Helmithiasis 
Diduga bahwa hampir semua sapi yang dipelihara secara tradisional pada kondisi petani terserang penyakit cacingan (Helmithiasis). Berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh serangan parasit cacing tergantung pada : Jenis cacing, jumlah cacing yang menyerang, umur sapi yang terserang dan kondisi pakan. Parasit cacing dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan:
  1. Cacing Gilig (Nematoda)
  2. Cacing Pita (Cestoda)
  3. Cacing Hati (Trematoda)
Gejala cacingan sangat tergantung dari jenis cacing yang menyerang ternak sapi. Tetapi pada umumnya gejala cacingan dapat terlihat sebagai berikut: badan kurus, bulu kusam dan berdiri, diare atau bahkan sembelit. Untuk menyiasati harga obat yang mahal dan dampak/efek samping obat kimia yang tidak diharapkan maka perlu diupayakan obat-obatan tradisional. Obatobatan tradisional juga mempunyai efektifitas yang tidak kalah dengan obat-obatan modern.

Contohnya penggunaan beberapa jenis tanaman yang tumbuh di sekitar area yang dapat digunakan sebagai obat cacing :
  1. Buah pinang digongseng (goreng tanpa minyak) kemudian ditumbuk halus 1 sendok makan dicampur air 1 cangkir kemudian diberikan kepada ternak.
  2. Buah atau daun nenas diberikan kepada ternak sekitar 600 mg/kg BB setelah sebelumnya dibersihkan durinya.Buah atau daun nenas ini lebih efektif untuk cacing nematoda. Tetapi harus diingat pemberian daun atau buah nenas tidak boleh pada ternak yang sedang bunting.
  3. Bawang putih yang biasa digunakan untuk memasak di dapur juga mempunyai khasiat anti-cacing yang sangat efektif, terutama untuk melawan infestasi cacing Ascaris. sp, Enterobius dan semua jenis cacing paru-paru. Keuntungan lain dari bawang putih adalah adanya kandungan antibiotika alami yang sangat aman dan tidak meninggalkan residu di sapi, antibiotika ini akan berperan sebagai ”growth promotor” pada laju pertumbuhan sapi. Pada pengobatan sapi-sapi muda penggunaan bawang putih sangat disarankan karena tidak pernah ditemukan efek samping yang merugikan.


Gambar 2. Siklus Hidup Cacing Nematode

Gambar 3. Siklus Hidup Cacing Nematode

Pengendalian penyakit cacingan :
  1. Perhatikan kondisi lingkungan, daerah penggembalaan dan kandang, hindari tanah yang lembab dan basah atau banyak kubangan.
  2. Lakukan penggembalaan bergilir, jangan menggunakan padang penggembalaan secara terus menerus.
  3. Jagalah kandang tetap bersih terutama dari sisa pakan, bila ada sisa pakan segera jauhkan dari kandang atau dibuat kompos.
  4. Segera lakukan pengobatan bila ada sapi yang menunjukkan gejala cacingan



1 komentar

Pengolahan dan Manfaat Kulit Buah Markisa sebagai Bahan Pakan Kambing



          Hasil samping maupun produk limbah pertanian atau industri-agro sering menjadi alternatif yang menjanjikan dalam mendukung produksi ternak ruminansia, termasuk kambing. Pengolahan buah markisa untuk menghasilkan jus markisa sebagai produk utama, menghasilkan hasil sisa berupa kulit buah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ternak ruminansia. Bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baik sebagai komponen dalam pakan konsentrat maupun sebagai pakan dasar dalammensubstitusi rumput.

PENGOLAHAN
Pengolahan kulit buah segar menjadi bahan baku pakan dilakukan melalui tahapan proses sbb:

Proses pengeringan kulit buah markisa segar membutuhkan 2-3 hari untuk menghasilkan kulit buah kering dengan kadar air sekitar 13%


Tepung kulit buah markisa sebagai komponen konsentrat atau komponen pakan komplit


KOMPOSISI NUTRISI
Kulit buah markisa merupakan sumber energi yang potensial untuk nutrisi ternak kambing. Komposisi nutrisi lebih baik dibandingkan dengan dedak halus, sehingga dapat mensubstitusi penggunaan dedak dalam ransum.


PEMANFAATAN SEBAGAI PAKAN
Pemanfaatan kulit buah markisa sebagai bahan pakan kambing dapat dilakukan dengan cara:
1. Sebagai komponen penyusun konsentrat
2. Sebagai komponen dalam pakan komplit (complete feed)

TARAF PENGGUNAAN
Sebagai bahan dalam membuat konsentrat, kulit buah markisa dapat dimanfaatkan sebanyak 20-45% dengan taraf optimal sekitar 30%.

PBBH: Pertambahan bobot badan harian
KP : Konversi pakan (Konsumsi/PBBH)
Respon pertumbuhan ternak kambing yang diberi pakan mengunakan bahan kulit buah markisa tergolong sangat baik dengan pertambahan bobot badan harian antara 60-105 g dengan konversi pakan antara 8-14.

Sumber : Lolit Kambing Litbang


1 komentar

PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMULIAAN DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI ITIK LOKAL



Dalam budidaya ternak itik ada 3 kategori sistem pemeliharaan yaitu (i) sistem ekstensif, dimana ternak itik digembalakan dari 1 tempat ke tempat lain untuk mencari sumber pakan di sawah-sawah yang selesai dipanen, (ii) sistem semi-intensif, dimana ternak itik dipelihara di sekitar pekarangan rumah dan itik mulai diberi pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizinya, dan (iii) sistem intensif, dimana ternak itik dipelihara terkurung sepanjang periode produksi telur dan kebutuhan pakan disediakan oleh peternak seluruhnya.


Hal tersebut dikemukakan oleh L. Hardi Prasetyo seorang peneliti di Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor dalam acara seminar nasional dan kongres I Indonesia Society of Animal Agriculture (ISAA) di Semarang. Dengan mengangkat tema “Pengembangan Aspek Zooteknis untuk Mendukung Sumberdaya dan Ternak Lokal” dengan diikuti oleh para akademisi, praktisi dan peneliti di bidang peternakan.

Hardi Prasetyo mengatakan, bahwa pemeliharaan itik secara intensif menimbulkan konsekuensi meningkatnya biaya produksi. Untuk itu, agar usaha ternak itik tetap menguntungkan dan menarik bagi peternak diperlukan aplikasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi, serta penerapan prinsip-prinsip ekonomis usaha. “Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan bibit unggul yang dihasilkan dari penerapan teknologi pemuliaan pada ternak-ternak yang memang potensial, di samping pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak secara tepat.,” ungkap Hardi Prasetyo.

Pengembangan bibit unggul

Hardi mencontohkan, seperti halnya pada berbagai komoditas ternak lain, itik juga sudah mengalami proses pemuliaan di beberapa negara. Bibit unggul itik petelur yang pasar utamanya di negara-negara Asia telah dihasilkan di Taiwan dan Vietnam melalui proses seleksi yang terarah. Itik petelur unggulBrown Tsaiya telah dihasilkan di Taiwan melalui proses seleksi selama 13 generasi dengan peningkatan produksi telur sampai umur 52 minggu dari 207 menjadi 229 butir dan umur pertama bertelur turun dari 126 hari menjadi hanya 108 hari tanpa mengurangi bobot telur. Seleksi terhadap sifat lain juga telah dilakukan di Taiwan untuk memperbaiki kekuatan kerabang telur, warna kerabang telur, fertilitas dan daya tetas telur.

Sedangkan di Vietnam, seleksi terhadap itik Co, yang diduga berasal dari Indonesia, dapat meningkatkan produksi telur selama 1 tahun sebesar14,5%. Untuk itik pedaging, di Taiwan telah dilakukan seleksi terhadap itik Manila (entog) dan itik Peking yang persilangan diantaranya menghasilkan itik Serati yang berbulu putih sebagai penghasil daging dan bulu halus (down feather). Di Perancis telah dikembangkan beberapa galur komersial dari itik Manila dan itik Peking pada tingkat GPS (Grand Parent Stock) dan PS (Parent Stock) untuk menghasilkan itik Serati sebagai penghasil daging dan hati (liver). Kriteria seleksi yang digunakan adalah terutama sifat-sifat produksi telur, kualitas karkas, dan sifat-sifat reproduksi.

Lebih jauh Hardi Prasetyo mengatakan, di Indonesia pemanfaatan teknologi pemuliaan juga telah dilakukan untuk menghasilkan bibit-bibit unggul ternak itik, baik petelur maupun pedaging. Peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) sendiri telah melakukan seleksi 5 generasi terhadap sekelompok itik Alabio dan itik Mojosari untuk menghasilkan itik hibrida petelur unggul hasil persilangan diantara kedua kelompok terseleksi tersebut. Hibrida tersebut, yang dinamakan Itik Master, mempunyai beberapa keunggulan yaitu (i) Rataan produksi telur setahun mencapai 71,5%, (ii) umur pertama bertelur 18 minggu, (iii) rataan puncak produksi telur mencapai 93,4%, (iv) konversi pakan 3,22, dan (v) anak itik jantan dan betina pada saat menetas dapat dibedakan dengan mudah dari warna bulunya.

“Hasil uji coba di tingkat peternak menunjukkan bahwa itik hibrida ini lebih unggul dari bibit induknya maupun silang balik kepada salah satu induknya, selama produksi telur 1 tahun,” terang Hardi Prasetyo yang juga aktif sebagai pengurus organisasi Masyarakat Ilmu  Perunggasan Indonesia (MIPI) ini.

Untuk itik pedaging, Balitnak telah merintis pengembangan galur bibit unggul baru yang berasal dari kombinasi antara itik Peking dan itik Mojosari putih. Hasil persilangan tersebut mengalami proses seleksi selama beberapa generasi untuk memperoleh galur baru yang stabil, sesuai dengan kebutuhan konsumen dalam negeri, dan untuk sementara disebut itik PMp. Adanya bibit unggul pedaging baru ini diharapkan dapat menggantikan bibit itik Peking yang selama ini diimpor, dan juga menyesuaikan dengan selera konsumen lokal yang lebih menghendaki itik potong ukuran sedang.

Keunggulan bibit itik PMp ini adalah bulunya yang putih sehingga menghasilkan warna dan kualitas karkas yang tinggi, mencapai bobot potong dalam umur 8-10 minggu dengan konversi pakan sebesar 3,8. “Jika konsumen memerlukan ukuran karkas yang lebih besar maka itik PMp ini dapat disilangkan dengan entog jantan untuk menghasilkan itik serati dengan bobot potong mencapai 3 kg dalam 10-12 minggu,” kata Hardi Prasetyo.

Implikasi dari tersedianya bibit unggul

Pengembangan bibit unggul sebagai galur komesial mampu meningkatkan produktivitas ternak itik lokal, melalui penerapan teknologi pemuliaan yang tepat sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai. Peningkatan produksi telur per individu betina induk dari bibit unggul dapat mencapai 10-15% jika dibandingkan dari sebelumnya proses pemuliaan pada pemeliharaan intensif, namun jika dibandingkan dengan induk yang dipelihara secara ekstensif atau semi-intensif peningkatan dapat mencapai 30-40%.

Hal ini jelas menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi per ekor induk baik dalam menghasilkan telur konsumsi, telur tetas maupun itik potong. Selanjutnya, untuk memperoleh manfaat tersebut perlu ada pengembangan sistem produksi yang benar dengan unit pembibitan yang terarah, dan dengan orientasi komersial dan skala usaha ekonomis.

“Hal inilah yang sampai saat ini masih sulit diwujudkan karena pada umumnya pemeliharaan ternak itik hanya sebagai kegiatan sambilan atau musiman sebagai pengisi waktu kosong antar pertanaman padi atau tanaman pangan lain.” Ungkap Hardi prasetyo.


0 komentar

Chilled Semen



Semen cair dingin hasil proses pengawetan sperma dengan cara diencerkan dan diikuti dengan pendinginan sampai suhu 5°C.

Keuntungan menggunakan Chilled Semen
  1. Pembuatan lebih praktis, cepat dan ekonomis dibandingkan dengan proses pembekuan semen pada -196° C dengan N2 cair.
  2. Semen cukup disimpan pada lemari es atau tempat yang bersuhu 5°C sampai 1 minggu.
  3. Jumlah spermatozoa yang dibutuhkan per inseminasi lebih rendah sehingga produksi straw per ekor pejantan lebih tinggi.
  4. Mempermudah pelaksanaan inseminasi buatan di lapangan karena tidak diperlukan N2 cair, cukup disimpan di dalam thermos bersuhu 5° C.

0 komentar

Manajemen Pakan Sistem Penggemukan Sapi


Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem penggemukan pada ternak sapi adalah teknik pemberian pakan/ ransum, luas lahan yang tersedia, umur dan kondisi sapi yang akan digemukkan, serta lama penggemukan. Usaha penggemukan sapi perlu akan upaya untuk meningkatkan bobot sapi sebelum dijual. Banyak dijumpai para peternak tradisional mencari sapi yang telah pubertas, tetapi tubuhnya masih kurus. Tubuh yang kurus tersebut bisa jadi karena pemberian pakan yang kurang tepat.

Di luar negeri, penggemukan sapi dikenal dengan sistem pasture fattening, dry lot fattening, dan kombinasi keduanya, sedangkan di Indonesia dikenal dengan sistem kereman atau sistem paron (Timor). Cara penggemukan sapi secara modern dilakukan dengan menggunakan prinsip feedlot, yaitu pemberian pakan sapi terdiri dari hijauan dan konsentrat yang berkualitas di dalam kandang. 

0 komentar

Uniformity Telur Tetas Hasilkan DOC yang Seragam


Ketidak seragaman DOC yang diterima customer menjadi salah satu faktor penyebab complain, selain masih banyak faktor lain. Untuk itu seleksi ketat berdasarkan body waight harus dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pemisahan besar kecil telur tetas untuk mendapatkan uniformity yang baik. 

Keseragaman Day Old Chick (DOC) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemeliharan perunggasan. Dengan DOC yang seragam diharapkan akan didapatkan hasil akhir ayam yang seragam pula. Untuk mendapatkan DOC yang berkualitas dan seragam, maka quality control DOC telah dilakukan di hatchery sebelum pengiriman ke customer. Selain itu juga telah dilakukan seleksi telur tetas berdasarkan ukuran (besar-kecil) disamping grade out sehingga didapatkan keseragaman telur tetas saat setting. 


Uniformity Telur Tetas
Ukuran telur tetas menjadi faktor utama yang mempengaruhi ukuran DOC. Bobot DOC biasanya berkisar 65-68% dari bobot telur tetas saat setting. Kadar air akan hilang 12-13% pada saat transfer dihari 18-19. DOC yang kecil dihasilkan dari telur tetas yang kecil begitu juga sebaliknya. Sehingga untuk mendapatkan DOC yang seragam dilakukan pengelompokan telur berdasarkan ukurannya. Namun demikian, selain ukuran telur, weight loss selama inkubasi, juga mempengaruhi variasi bobot ayam. 

BW DOC = 65 - 68% BW EGG

Selain ukuran telur, pemisahan telur berdasarkan umur induk juga perlu diperhatikan sebelum memasukkan telur tetas ke dalam mesin. 

Proses Penetasan
Pemisahan telur berdasarkan ukuran telur dan umur induk sangat penting diperhatikan karena ada perbedaan waktu yang diperlukan dalam inkubasi untuk mendapatkan hasil tetas yang seragam. DOC kecil dihasilkan dari flok muda yang ditetaskan lebih dahulu dari DOC yang besar yang berasal dari telur tua dan dari flok tua. Waktu yang dibutuhkan untuk inkubasi tergantung dari daya tetas telur sebelumnya dan dapat diperkirakan dengan menggunakan data penetasan sebelumnya. 

DOC Yang Seragam
DOC yang seragam akan didapat jika permisahan telur selama alur proses penetasan dijaga. Sehingga kualitas dan keseragaman DOC yang ke customer dapat dijaga. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibutuhkan kerja keras dan ketelitian para karyawan hatchery (khususnya selector) karena nama baik dari kualitas produk perusahaan ada ditangan mereka. Sebagai finishing action, quality control harus dilakukan setiap panen untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu menghasilkan DOC yang berkualitas no.1 dan tidak ada complain customer. Dengan demikian akan dihasilkan kualitas DOC yang bagus dan seragam. 

Penulis : Dwi Lestari Ningrum, S.Pt (Ditjen PKH
0 komentar

Peternakan Rakyat Mendominasi Peternakan Nasional

Usaha peternakan nasional hingga saat ini masih didominasi usaha peternakan rakyat. Jumlahnya mencapai lebih dari 95% dari jumlah keseluruhan peternak di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/5). "Usaha peternakan rakyat jumlahnya mencapai lebih dari 95 persen dari jumlah keseluruhan peternak di Indonesia," kata Anton, di sela rapat paripurna dengan agenda pembicaraan tingkat II/Pengambilan Keputusan atas RUU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Anton memaparkan adanya UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan merupakan kebutuhan mendesak dalam memberikan perlindungan kepada peternak dan usaha peternakan rakyat. Selain itu, ia menilai UU No 6/1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah tidak relevan lagi untuk dijadikan payung hukum dan acuan dalam melaksanakan pembangunan subsektor peternakan karena dijumpai berbagai kekurangan.

"UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah sangat mendesak segera diselesaikan karena di samping kemampuannya dalam memberikan perlindungan kepada ternak dari berbagai penyakit, pada saat yang sama juga memberikan perlindungan kepada peternak dan usaha peternakan rakyat," ujarnya.

Ditinjau dari berbagai sudut pandang, lanjutnya, sudah sewajarnya subsektor peternakan dan kesehatan hewan menjadi subsektor yang sangat strategis dalam mendukung kemajuan bangsa dan negara. UU tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengamanatkan pembentukan dua UU yang bersifat lex spesialis, yaitu UU tentang Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Daya Genetik dan UU tentang Praktik Kedokteran Hewan dan Ketentuan Veteriner.

Sumber: Berita Peternakan
0 komentar

Dari Kami Untuk Peternakan Indonesia


      Mahasiswa peternakan di wilayah Jateng dan DIY yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI ) mengadakan kegiatan Bakti Mahasiswa Peternakan Indonesia ( BAMBI ). Kegiatan kali ini dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2012 yang bertempat di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Peserta Kegiatan ini adalah Mahasiswa Peternakan dari Akademi Peternakan Karanganyar ( selaku Tuan Rumah ) Universitas Jenderal Soedirman ( UNSOED ), Universitas Gajah Mada ( UGM ), Universitas Diponegoro ( UNDIP ), dan Universitas Negeri Sebelas Maret ( UNS ).
 Gambar 1. Tim BAMPI Wilayah III
       Kegiatan BAMPI merupakan salah satu program kerja ISMAPETI wilayah III yang kegiatannya meliputi Sarasehan bareng warga dengan Mahasiswa Peternakan yang membahas permasalahan peternakan dimasyarakat yang melibatkan 60 warga. Kegiatan yang lain adalah penyuluhan kesehatan dan pakan ternak Ruminansia yang disampaikan oleh Dosen APEKA Karanganyar. Kegiatan Pemberian Vitamin kepada ternak warga juga dilaksanakan. Untuk kegiatan ini mahasiswa Peserta kegiatan berkeliling kerumah warga untuk menyuntikkan vitamin.
 Gambar 2. Penyerahan Hadiah Lomba Mewarnai Tingkat Sekolah Dasar
        Untuk kegiatan anak usia dini juga dilaksanakan diantaranya adalah pengenalan hewan ternak dan Lomba mewarnai se-Kecamatan Tasikmadu dan dilanjutkan kampanye gizi bersama anak TK dan SD 1 dan 2 Karangmojo dengan agenda Kegiatan makan telur rebus bersama. Kegiatan BAMPI ditutup pada tanggal 6 Mei dan diakhiri dengan Field Trip ke Tawangmangu yang diikuti oleh semua Peserta Kegiatan.
Gambar 3. Sosialisasi Jamu Ternak





1 komentar

Harga Pakan Naik, Peternak Sidrap Demo DPRD



    Karena harga pakan ayam melambung tinggi, Forum Persatuan Peternak Sidrap (FPPS) se-Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidrap, Senin (23/10/2012).

Mereka mendeask pemerintah membantu menurunkan harga pakan ayam yang naik signifikan selama tiga bulan terakhir ini.

 "Tiga bulan terakhir, nasib peternak ayam petelur di Kabupaten Sidrap sungguh memprihatinkan. Hal ini diakibatkan karena tingginya biaya produksi, harga pakan ayam naik drastis dari Rp 250 ribu per sak naik menjadi Rp 320 ribu per sak," ungkap koordinator aksi Irvan, di depan kantor DPRD, Senin (23/10/2012).

Tingginya harga pakan ayam, berbanding terbalik dengan harga telur ayam menurun darastis dari Rp 23.000 per rak, menjadi Rp 20.000 per rak. "Dari tiga bulan terakhir, peternak di Kabupaten Sidrap ini mengalami kerugian sekitar Rp 8,5 miliar per bulan. Jika kondisi ini terus berlarut-larut, akan berdampak sosial, ekonomi dan memicu peningkatan inflasi," kata Irvan.

Dalam aksi itu, Petani FPPS juga menggelar aksi treatrikal penindasan terhadap pengusaha telur. Padahal peternak ayam petelur di Kabupaten Sidrap terbesar kedua setelah pertanian di Kabupaten Sidrap.

Usai berorasi, para peternak meminta anggota DPRD keluar. Namun mereka belum juga mendapatkan tanggapan dan penjelasan dari perwakilan DPRD. Mereka pun mengancam akan menduduki kantor DPRD.

Sumber: KOMPAS
0 komentar

Ciri- ciri Kambing Bunting

      Mengenali kambing yang bunting dari fisik pada awal kebuntingan tidaklah mudah. Langkah awal yang dapat dilakukan oleh peternak secara umum adalah memperhatikan siklus birahi (estrus / heating) dari kambing tersebut. Jika dalam 21 hari setelah dikawinkan, kambing betina tidak birahi lagi maka kemungkinan besar kambing tersebut bunting.

    Beberapa referensi di buku dan internet tidak pernah melakukan pembedaan ciri-ciri kebuntingan kambing betina yang masih dara dengan yang sudah beranak. Rata-rata referensi yang ada menganggap semua sama. Padahal kebuntingan kambing yang masih dara lebih sulit dikenali daripada kambing yang sudah pernah beranak. Pada artikel ini akan dibagi ciri kebuntingan kambing yang masih dara dengan yang sudah pernah beranak.

1. Mengenal Kebuntingan Kambing Dara

Secara fisik kambing yang baru bunting pertama kali (dara) lebih sulit dikenali kebuntingannya dibandingkan kambing yang sudah pernah beranak. Dalam 3 bulan pertama kambing dara yang bunting belum menampakkan perbedaan fisik yang nyata. Ukuran ambing kambing dara yang masih kecil membuat sulit untuk menentukan apakah kambing dara tersebut sedang bunting atau tidak.

Beberapa ciri kambing dara yang bunting:

  a. Kambing lebih tenang, jinak dan tidak gelisah
  b. Kulit menjadi agak kendor atau lemas
  c. Pusar diperut melebar
  d. Bulu menjadi rontok dan agak mengkilap
  e. Nafsu makan bertambah sehingga badan agak gemuk.

Setelah usia kebuntingan 3 bulan kambing dara yang bunting lebih mudah dikenali dari perubahan badannya. Perut kambing membesar seiring usia kebuntingan yang semakin tua.


2. Mengenal Kebuntingan Kambing yang Pernah Beranak

Kambing yang pernah beranak lebih mudah dikenali kebuntingannya daripada kambing dara. Pada umur kebuntingan dibawah 2 bulan (8 minggu), kambing yang sudah beranak sudah dapat dideteksi kebuntingannya.

Beberapa ciri kambing bunting:

  1. Ambing susu membesar. Jika diperah keluar cairan bening dan lengket di kulit. Pada umur kebuntingan yang lebih tua, cairan tersebut berubah warna menjadi kuning transparan.
  2. Pusar diperut melebar
  3. Nafsu makan bertambah. Bisa jadi kambing agak kurus pada saat kebuntingannya. Hal ini terjadi karena kambing tersebut masih dalam keadaan menyusui atau baru lepas menyusui anaknya (cempe).
  4. Perut membesar
1 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ISMAPETI WILAYAH III - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
ttp://kompiajaib.blogspot.com/ -->