Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

HASIL PEMBAHASAN MUNAS ISMAPETI 2012


Berikut adalah file hasil pembahasan Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Download (klik disini)
0 komentar

REVISI AKHIR DRAFT MUSWIL XII



Berikut adalah file revisi terakhir draft Musyawarah Wilayah ISMAPETI Wilayah III. semoga dapat bermanfaat.

Download File (Klik Disini)
0 komentar

OPEN RECRUITMENT STAF AHLI PB ISMAPETI


Salam Harmoni Perubahan..
Bagaimana kabar rekan-rekan peternakan sekalian? Semoga semakin lebih baik. Sekarang adalah saat yang sahabat ISMAPETIERS (panggilan untuk sahabat ISMAPETI) tunggu-tunggu. OPEN RECRUITMENT Staf Ahli ISMAPETI. Staf Ahli ini nantinya akan membantu kinerja dari Pengurus Besar ISMAPETI dalam menjalankan program kerjanya. Staf ahli yang dibutuhkan berjumlah 14 orang, diantaranya yaitu :
1. Staf Ahli BUMI (Badan Usaha Milik Ismapeti)
2. Staf Ahli Internal-Kesekretariatan
3. Staf Ahli Perapian Data dan Informasi
4. Staf Ahli Ekspansi Kelembagaan
5. Staf Ahli Keprofesian
6. Staf Ahli Keilmuan
7. Staf Ahli Journalist
8. Staf Ahli Media Sosial
9. Staf Ahli Internal Sekretariat Ketua Umum
10. Staf Ahli Advokasi Pemerintahan dan Kebijakan
11. Staf Ahli Public Relation
12. Staf Ahli Design & Blog
13. Staf Ahli Networking
14. Staf Ahli Tulis
Eitsss, tapi tunggu dulu. Syarat dan ketentuannya berlaku lho. Berikut persyaratannya :
1. Bakal calon Staf Ahli merupakan mahasiswa peternakan aktif dari Institusi yang tergabung dalam keanggotaan ISMAPETI
2. Memiliki loyalitas, tanggung jawab dan komitmen tinggi
3. Mengerti dan Mampu bekerjasama dengan ketua bidang
4. Menulis surat pernyataan bersedia menjadi staf ahli disalah satu bdang.
5. Sanggup bekerja berbasis target bersama ketua bidang
6. Mengisi form yang dapat diunduh di sini (mulai tanggal 5 januari 2012)
7. Menulis essay tentang deskripsi diri dengan format bebas (max 250 kata)
8. Surat Pernyataan, Essay dan Form yang telah diisi dikirimkan melalui e-mail pbismapeti@gmail.com
9. Setelah mengirimkan form, silahkan registrasi ke nomor : 082375148247; format : Nama_Staf yang dipilih
Open recruitment ini akan mulai tanggal 7 januari 2013 pukul 00.00 WIB, dengan timeline sebagai berikut :
7-14 Januari 2013                   Pengumpulan Berkas
14-19 Januari 2013                 Seleksi Berkas Bakal Calon
19 Januari 2013                      Pengumuman calon Staf Ahli          dihttp://www.pbismapeti.wordpress.com
20-21 Januari 2013                  Seleksi Wawancara (by phone)
23 Januari 2013                       Pengumuman Staf Ahli Terpilih
So, tunggu apa lagi? Download formulirnya di sini dan lengkapi persyaratannya. Kumpulkan paling lambat tanggal 14 januari pukul 23.59 WIB.

Download Form Pendaftaran:
Don’t Miss It and Be There Guys.



0 komentar

Revisi Draft MUSWIL XII ISMAPETI Wilayah III


Semarang, 09 Desember 2012 bertempat di rumah Koordinator Majelis Pekerja ISMAPETI Wilayah III Badan Perumus Musyawarah Wilayah XII ISMAPETI telah melaksanakan rapat koordinasi guna menyusun draft pembahasan MUSWIL XII. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pengurus Besar Zia Zamititah Pawana, seluruh Majelis Pekerja, empat dari lima Badan Perumus, dan perwakilan dari panitia MUSWIL XII. Materi pembahasan meliputi draft agenda acara, draft tata tertib sidang, dan draft mekanisme pemilihan badan kelengkapan ISMAPETI Wilayah III.

Untuk mempermudah berlangsungnya MUSWIL yang waktu pelaksanaannya masih menunggu konfirmasi dari panitia, maka kami selaku Majelis Pekerja menyediakan file draft hasil pembahasan BP 2012.

0 komentar

Hymne ISMAPETI


Lirk Hymne ISMAPETI
G = Do 4/4
By: JIMI HARYANTO, Mahasiswa Universitas Bengkulu
Diciptakan pada bulan Mei 2000
Kami insan peternakan Indonesia
Bersama dalam menggapai cita-cita mulia
Ikrar setia, dari kami anak bangsa
Bersatu dalam membangun nusantara jaya
Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia
Beraneka warna dalam satu wadah
Dan setia
Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia
Bina putra bangsa bangun nusantara yang sentosa
Reff :
Kau kebanggaan jadi panduan tuk masa depan
Do’a kami I S M A P E T I
Jayalah selamanya


Download gratis Hymne Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indoensia

Download Klik Di Sini
0 komentar

Pengumuman BP ISMAPETI Wil III



Setelah melewati proses seleksi dan pertimbangan yang ditentukan oleh pihak Majelis Pekerja ISMAPETI Wilaayah III maka dengan ini kami menetapkan:
  1. Rudi Pamungkas (APEKA)
  2. Kiat Putra Lamanda (UGM)
  3. Zia Zamititah Pawana (UNDIP)
  4. Safira Arifiani (UNS)
  5. Junita Mayzura UNSOED)
menjadi anggota Badan Pekerja Musyawarah Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia Wilayah III 2012.

Selamat kepada mahasiswa yang terpilih menjadi BP Wil dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah ikut berpartisipasi. kami berharap kita semua bisa bertemu bersama di MUSWIL III di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang.

Seluruh anggota BP wajib untuk:
  1. mengikuti Pertemuan Rapat Koordinasi BP membahas Draft Muswil III di Fateta UNDIP*
  2. Mengikuti saecara penuh kegiatan MUSWIL III di Fateta UNDIP*


Download Draft MUSWIL III 2012

keterangan: * Waktu menunggu konfirmasi dari panitia
0 komentar

Dari Kami Untuk Peternakan Indonesia


      Mahasiswa peternakan di wilayah Jateng dan DIY yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI ) mengadakan kegiatan Bakti Mahasiswa Peternakan Indonesia ( BAMBI ). Kegiatan kali ini dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2012 yang bertempat di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Peserta Kegiatan ini adalah Mahasiswa Peternakan dari Akademi Peternakan Karanganyar ( selaku Tuan Rumah ) Universitas Jenderal Soedirman ( UNSOED ), Universitas Gajah Mada ( UGM ), Universitas Diponegoro ( UNDIP ), dan Universitas Negeri Sebelas Maret ( UNS ).
 Gambar 1. Tim BAMPI Wilayah III
       Kegiatan BAMPI merupakan salah satu program kerja ISMAPETI wilayah III yang kegiatannya meliputi Sarasehan bareng warga dengan Mahasiswa Peternakan yang membahas permasalahan peternakan dimasyarakat yang melibatkan 60 warga. Kegiatan yang lain adalah penyuluhan kesehatan dan pakan ternak Ruminansia yang disampaikan oleh Dosen APEKA Karanganyar. Kegiatan Pemberian Vitamin kepada ternak warga juga dilaksanakan. Untuk kegiatan ini mahasiswa Peserta kegiatan berkeliling kerumah warga untuk menyuntikkan vitamin.
 Gambar 2. Penyerahan Hadiah Lomba Mewarnai Tingkat Sekolah Dasar
        Untuk kegiatan anak usia dini juga dilaksanakan diantaranya adalah pengenalan hewan ternak dan Lomba mewarnai se-Kecamatan Tasikmadu dan dilanjutkan kampanye gizi bersama anak TK dan SD 1 dan 2 Karangmojo dengan agenda Kegiatan makan telur rebus bersama. Kegiatan BAMPI ditutup pada tanggal 6 Mei dan diakhiri dengan Field Trip ke Tawangmangu yang diikuti oleh semua Peserta Kegiatan.
Gambar 3. Sosialisasi Jamu Ternak





1 komentar

Seminar Regional Potensi Ternak Lokal dalam Mendukung Swasembada Daging 2014



Rab, 24/10/12] Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPTI) Fakultas Peternakan Unsoed kemarin Sabtu(20 Oktober 2012) menyelengarakan seminar regional mengusung tema “Potensi Ternak Lokal Dalam Mendukung  Swasembada Daging 2014”yang dilaksanakan di Ruang Seminar I Lantai III Fakultas Peternakan Unsoed. Seminarberhasil memunculkan ide kreatif dan gagasan-gagasan optimis dari seluruh perwakilan mahasiswa peternakan Jawa-Tengah dan DIY. Dihadiri oleh semua delegasi fakultas peternakan se Jawa Tengah(Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surakarta, dan Akademi Peternakan Karanganyar) serta perwakilan mahasiswa dan UKM Fak Peternakan Unsoed. Seminar berjalan komunikatif dan menarik yang pada akhirnya timbul diskusi yang mampu memunculkan pemikiran baru bagi kemajuan peternakan Indonesia.

Kegiatan dimulai jam08:30sampai 13.00dibuka oleh Pembantu Dekan III Fakultas Peternakan Unsoed Dr. Drh. Muhamad Samsi, MP. Narasumber seminar berasal dari akademisi yaitu Dr.Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.agr yang juga Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Ir. Sukadan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Banyumas dan Bapak Ruswoyo praktisi dan pengembang Usaha Peternakan Kambing serta sebagai moderator  Abidindari BEM Fak Peternakan Unsoed.  Semua hadirin tampak antusias ketika diberi kesempatan oleh bang Abidin untuk bertanya. Nampak semua hadirin memiliki pertanyaan yang hendak diajukan guna memenuhi dahaga mereka akan terwujudnya Swasembada Daging 2014. Semua pertanyaan berhasil dijawab dengan baik oleh ketiga narasumber, termasuk pertanyaan yang mempermasalahkan penyembelihan betina produktif dan permasalahan penyalahgunaan dana insentif kepada pemilik sapi betina bunting usia 6 bulan. Narasumber berasumsi masalah-masalah tersebut dapat ditanggulangi dengan adanya kerjasama antara peternak, pemerintah, dan akademisi. Lemanya pengawasan dan ketegasan penegakan hukum menjadi salah satu alasan terjadinya kecurangan dan manipulasi di lapangan di dunia peternakan, tetapi apabila semua sudah saling bersinergi maka harapan swasembada daging 2014 bukanlah sebuah impian belaka.

Acara ditutup oleh pembawa acara tepat jam satu siang. Penyerahan penghargaan kepada ketiga pembicara berlangsung meriah. Peserta keluar ruangan dengan sebuah pemikiran baru dan optimisme tinggi akan terwujudnya swasembada daging 2014 melalui potensi ternak lokal. Peserta berarap akan diadakan seminar yang lebih besar tentang peternakan. Harapan peserta seperti diungkapkan Ardiyanto (22) delegasi dari Universitas Diponegoro mengatakan bahwa seminar memang penting dan dipandang perlu guna menumbuhkan pemikiran baru dan adanya komunikasi antara peternak, pemerintah dan akademisi yang akhirnya mampu bersinergi dalam mewujudkan swasembada daging dari ketiga unsur tersebut. Maju Terus Pantang Menyerah!(AS)
0 komentar

Swasembada Daging 2014, Akankah Terealisasi?



      Bogor (29/9) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, telah menyelenggarakan Seminar Nasional yang merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Fapet Golden Week (FGW) 2012. Program percepatan Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) 2014 yang dicanangkan pemerintah kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 tentu sudah banyak dikenal para pelaku dan akademisi peternakan. Oleh karena itu, BEM Fapet IPB mengangkat tema “Swasembada daging 2014, akankah terealisasi?” sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap pelaksanaan program tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Graha Widya Wisuda (GWW) ini dihadiri oleh Dr. Ir. M. Yamin, M.Agr. Sc (Wakil Dekan Fapet IPB), Dr. Ir. Abu Bakar, MM(Direktur Perbibitan Ternak)Robi Agustiar(Sekretaris 2 DPD PPSKI Jawa Barat), Dr. Ir. Arif Daryanto, M.Ec (Direktur Manajemen Bisnis IPB), dan Karnadi Winaga (Operasional Direktur PT Karya Anugerah Rumpin). Seminar yang di moderatori oleh Prof. Muladno ini begitu hidup dan menarik dengan berbagai keberhasilan dan kekurangan dari pelaksanaan program PSDSK 2014 yang disampaikan oleh para narasumber.

       Usaid Gharizah, Ketua BEM Fapet IPB melaporkan kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali informasi, menganalisis dan evaluasi dari masing-masing narasumber yang berbeda background dengan menghadirkan akademisi, praktisi/pebisnis, pemerintah dan perhimpunan atau komunitas. Lengkap sudah ABG dan C atau Academision, Bussinesman, Government dan Community beradu pendapat untuk keberhasilan program PSDSK 2014. “Tema yang diangkat dalam seminar ini, bukanlah pernyataan pesimistis dari mahasiswa terhadap program PSDSK 2014, namun tema ini mari kita jadikan dorongan untuk mencapai PSDSK 2014. Sehingga dengan adanya seminar ini diharapkan memberikan pengetahuan dan informasi bagi mahasiswa dan masukan-masukan untuk para pelaku dan pemangku kebijakan”, Dr. Yamin sampaikan dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi seminar.

     Ir. Abu Bakar, SE,. MM. sebagai narasumber mewakili pemerintah menyampaikan bahwa program PSDSK 2014 adalah salah satu program dari Kementrian Pertanian yang ditanggungjawabkan kepada Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebelum menyampaikan lebih jauh seputar program PSDSK 2014, ia terlebih dahulu sampaikan pengertian Swasembada daging, yaitu terpenuhinyakebutuhanpenyediaandagingsapi/kerbau yang berasaldariproduksilokal (dalamnegeri) sebesar 90% dan 10%sisanyadipenuhidariimpor.  Hasil sensus ternak 2011 menyebutkan bahwa populasi sapi potong adalah 14,8 juta ekor dan kerbau 1,3 juta ekor yang dipelihara oleh 5,6 juta rumah tangga peternak. Populasi ini terkonsentrasi sebagian besar di pulau Jawa dan Jawa timur memiliki 31,8% populasi sapi potong Indonesia. Dari data sensus tersebut, telah memenuhi populasi target swasembada yaitu 14,2 juta ekor. Meskipun sudah mencapai target populasi, tetap program ini harus dilanjutkan sampai kita bisa benar-benar mandiri dalam penyediaan pangan khususnya daging.

“Pemerintah sudah menyiapkan 5 kegiatan pokokdalam mendukung pencapaian program Ditjennakkeswan, yaitu penyediaan bakalan/daging sapi/kerbau lokal, peningkatan produktivitas ternak sapi lokal, pengendalian sapi/kerbau betina produktif, penyediaan bibit sapi/kerbau dan pengaturan stock daging sapi/kerbau di dalam negeri”, Abu Bakar sampaikan dengan rinci. Terhadap penanganan rumah potong hewan, Ia sadari belum mencapai maksimal, terutama penanganan pemotongan betina produktif dan bunting di RPH. Pemerintah sudah menyediakan dana kompensasi untuk peternak yang diketahui akan memotong sapi betina produktif dan sapi bunting diatas 5 bulan sebesar 500 sampai 800 ribu. Dana ini diberikan supaya peternak mau merawat sapi sampai anak sapi lahir, sehingga populasi ternak bertambah. Upaya trobosan yang dilakukan pemerintah adalah dengan meredistribusi aset ternak dari daerah yang padat ternak ke daerah yang mempunyai crayying capacity yang tinggi. Abu Bakar berharap dukungan dari lintas sektor diantaranya Kementrian BUMN, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan, Kementrian Pekerjaan Umum, BPN dan Kementrian Riset dan Teknologi untuk mendukung perkembangan perindustrian peternakan.

     Arif Daryanto sebagai seorang akademisi memberikan pandangan terhadap peluang keberhasilan Program PSDSK 2014. Terlebih dahulu ia membawakan pesan Campbell dan Lasley mengatakan “negara yang kaya ternak, tidak pernah miskin. Negara yang miskin ternak, tidak pernah kaya.” Kemudian Arif melanjutkan, “untuk menganalisis swasembada daging sapi harus kembali pada konsep ekonomi dasar yaitu permintaan dan penawaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang mempengaruhi permintaan diantaranya jumlah ternak, tingkat urbanisasi, revolusi peternakan, pertumbuhan pendapatan, kualitas produk (segmentasi pasar), relative cost price advantages dan supermarket revolution. Sedangkan yang mempengaruhi penawaran adalah perkembangan teknologi, perkembangan genetika, genetic base yang terkonsentrasi, harga biji-bijian dan distribusi penggunaannya, dan kategori konsumsi pakan.” Peningkatan pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat kepuasan konsumen ini akan memberikan dampak positif untuk dunia peternakan. Produk peternakan merupakan komoditas pangan bernilai tinggi dibandingkan produk pangan lain. Orang akan mulai mencari kepuasan dan meningkatkan taraf hidupnya ketika pendapatan sudah meningkat. Arif menyebutkan saat ini Indonesia sudah menempati produsen telur ke-8 terbesar dan penghasil daging ayam terbesar ke 7 di dunia. 

    Menurut Karnadi Winaga sebagai pelaku peternakan sapi menanggapi Program PSDSK 2014, menyampikan keprihatinnanya terhadap belum siapnya para peternak menerapkan pola peternakan secara intensif maupun ekstensif. Ketidaksiapan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan modal untuk memanajemen peternakan sapi. Pengusaha yang sekarang sudah memiliki populasi sapi lebih dari 3000 ekor ini menuturkan modal yang terbatas dan infrastruktur yang masih seadanya. PT KAR yang dipimpin Karnadi mulai dari tahun 2005 sudah memulai usaha breeding dengan fokus menyelamatkan ras sapi sumba ongole dengan memperbaiki sifat genetiknya. Sudah saatnya para pelaku peternakan bekerjasama dengan para ilmuan di dinas-dinas terkait, untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan mengurangi resiko kerugian. Sekarang Kasnadi bekerja sama dengan Balai Embrio Ternak Cipelang dalam program embrio transfer dan pemurnian ras sapi ongole.

       Robi Agustiar memaparkan kondisi peternakan sapi saat ini yang masih carut marut dan jauh dari skala menguntungkan. “Permintaan daging sapi yang tinggi tidak mampu di cukupi oleh produksinya. Diperparah peternakan sapi di Indonesia diusahakan oleh sebagian besar peternak rakyat skala kecil, bibit yang tidak berkualitas dan pakan yang sangat mahal. Akibatnya crossing Simmental dan limousine banyak dilakukan dimasyarakat untuk mendapatkan kualitas ternak yang baik,” Robi ungkap dengan jelas. Masalah lain yang diungkapkan oleh lulusan Fapet UNPAD ini adalah peta logistik yang belum tertata rapi dan belum adanya MODA transportasi yang memadai untuk distribusi ternak antar pulau. Akibatnya usaha beternak sapi sangat tidak efisien jika tidak dibenahi dengan benar. Beliau mencontohkan transportasi ternak di pelabuhan Madura yang mengangkut 146 sapi dan 267 kambing akhirnya tenggelam. Kemudian dicontohkan pula di Samarinda yang belum ada dermaga sehingga sapi harus berenang turun dari kapal menuju pantai. Untuk mencapai PSDSK 2014 beliau menyampaikan harapannya, yaitu pemerintah fokus pada masalah swasembada bukan pada importasi, program pembibitan harus segera dibenahi dan menjadi tanggung jawab pemerintah, harmonisasi kebijakan antar kementrian, law enforcement harus ditegakan, dan terakhir harapan beliau adalah revitalisasi infrastruktur logistik sapi potong. 

      Seminar ini menampilkan berbagai masalah yang terjadi pada pelaksanaan Program PSDSK 2014. Semua kekuarangan dalam pelaksanaan PSDSK 2014 sudah harus dibenahi sehingga program ini tercapai dengan baik dan bermanfaat untuk semua pihak yang berkepentingan di usaha peternakan sapi dan kerbau. Untuk mahasiswa, sudah saatnya mulai mencermati dan memberikan solusi serta segudang ide-ide segar untuk keberhasilan program ini. Swasembada daging 2014, akankah terealisasi? Kita semua harus optimis, dengan karya nyata!


Penulis : Heru Nugraha (IPB)

0 komentar

Seminar Pakan Internasional 2012 "The Alternative Potency of Integrated Farm Through the Integration of Cow-Oil Palm and Its Opportunity for Entrepreneurship"


     Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) Institut Pertanian Bogor telah melaksanakan seminar Internasional (10/10) di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit, Fapet IPB. Kegiatan ini membawakan tema “The Alternative Potency of Integrated Farm Through the Integration of Cow-Oil Palm and Its Opportunity for Entrepreneurship”. Hadir dalam seminar ini Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc, Agr (Dekan Fakultas peternakan IPB) beserta staf pengajar Fapet IPB, Drh. Abdul Karnaen (Direktorat Jenderal Peternakan dan kesehatan Hewan), para pembicara Tuan. Mohammad Amizi Bin Ayob (University Technology Mara Perlis, Malaysia), Drh.  Askardiya R Patrianov, MP (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Riau), I Gusti Made Jaya Adhi (Kabid Pengembangan Kawasan dan Usaha Peternakan Prov. Kalimantan Timur) serta tidak kurang dari 250 peserta hadir dari berbagai kalangan. Seminar ini menjadi sangat menarik karena bisa mendatangkan pembicara dari Malaysia sekaligus pelaku dan peneliti sistem Integrasi sapi-sawit. Disamping itu, seminar ini di ikuti juga oleh mahasiswa peserta Student Meeting: South East Asia Animal Science Student Network dari berbagai Universitas yang ada Fakultas dan jurusan ilmu peternakan di Indonesia. Seminar ini dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB, Luki Abdullah dan yang memandu jalannya  seminar adalah Dr. Despal salah satu staf pengajar Fapet IPB. 

      Abdul Karnaen dalam Keynote Speakernya menyampaikan materi Alternatif peternakan terpadu melalui integrasi sapi-sawit. Ia tegaskan bahwa untuk kepastian terselenggaranya peternakan dan kesehatn hewan diperlukan penyediaan lahan yang memenuhi persyaratan dalam tata ruang wilayah. Lahan berfungsi sebagai penghasil tumbuhan pakan, tempat perkawinan alami, seleksi, kastrasi dan pelayanan IB, tempat pelayanan kesehatan hewan, dan tempat/objek penelitian teknologi peternakan dan kesehatan hewan. kebijakan pembangunan peternakan dan kesehatan dilakukan dengan 5 program pokok. Namun ia mengungkapkan bahwa permasalahan pokok untuk integrasi sapi-sawit adalah masalah penguasaan lahan. Adanya sistem integrasi sapi-sawit mempunyai banyak keuntungan meskipun harus dalam jangka panjang.
Tuan Moh. Amizi Bin Ayob memaparkan kondisi sistem integrasi sapi-sawit di Malaysia yang sudah sangat berkembang. “Sekitar tahun 2000 harga sawit di Malaysia sangat jatuh dan jauh dari menguntungkan. Sehingga jika pengusaha memanen sawitnya akan lebih merugi ketimbang tidak memanen karena akan memerlukan cost yang lebih banyak. Namun, pemerintah Malaysia berusaha dengan kebijakan pemerintahnya untuk perusahan sawit harus mengintegrasikan usahanya dengan peternakan Lembu/sapi,” Amizi sampaikan dengan serius. Ia menyebutkan dengan adanya Integrasi ini menyebabkan peningkatan pendapatan untuk perusahaan meskipun itu memerlukan waktu yang lama dalam meyakinkan para pengusaha untuk melakukan integrasi sapi-sawit. Disamping itu, ia sampaikan juga bahwa dengan adanya sistem integrasi ini mampu memberikan pendapatan untuk negara sebesar 30%. Indonesia dan Malaysia adalah produsen besar dari komoditas sawit, dan negara di ASEAN sangat potensial untuk melakukan sistem integrasi ini, Amizi dengan mantap menyampaikan.

        Riau sebagai kawasan perkebunan sawit yang paling luas dengan luasan 22,72% dari total keseluruhan lahan sawit Indonesia merupakan daerah yang sangat potensial untuk pengembangan sapi-sawit. Drh. Askardiya R Patrianov, MP sebagai kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan Riau menyampaikan bahwa perkebunan sawit merupakan cadangan pakan untuk ternak. Selain itu, ia menambahkan bahwa sistem integrasi ini mampu menghindari konflik lahan antara pengusaha dan masyarakat sekitar perkebunan. Yang dilakukan pemerintah Riau adalah dengan cara meyakinkan para pengusaha terhadap keberadaan sapi dilahan perkebunan akan memberikan banyak manfaat untuk sawit. Ia mengajak semua masyarakat untuk berfikir pintar, dan mencermati isu-isu tentang integrasi sapi-sawit seperti dapat menimbulkan kumbang sebagai hama sawit, munculnya ganoderma, renoseros dan pemadatan tanah oleh injakan sapi. Semua itu hanyalah isu yang akan menghambat perkembangan sapi di Indonesia. “Jika kita sudah mampu memproduksi sapi dalam negeri dengan sistem ini, hal inilah yang ditakutkan negara-negara pengimpor sapi ke Indonesia,” tegas lulusan FKH IPB ini.

      I Gusti Made Jaya menyampaikan bahwa Kalimantan Timur secara faktual memiliki lahan yang sangat luas dengan penduduk yang masih jarang. Hal ini membuat pemerintah Kaltim berupaya keras untuk bisa mencukupi kebutuhan ternak terutama sapi dari daerahnya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah Kaltim berusaha mengembangkan peternakan dengan pendekatan pembangunan seperti Pedekatan Kawasan/Wilayah, pendekatan kesisteman, Pendekatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif. “Pemerintah daerah menerapkan sistem integrasi Sapi-sawit karena sulitnya penyediaan pakan yang berkesinambungan, terjadinya alih fungsi lahan pertanian, perlu adanya pedekatan alternatif, hasil samping industri pertanian melimpah, dan luasan kebun sawit Kaltim sebesar 827.347 ha. Disamping itu, limbah kotoran sapi sebagai sumber unsur hara untuk kelapa sawit. Pendekatan yang digunakan berupa Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) sehingga terjadi daur ulang optimal dari sumber daya lokal yang tersedia,” Gusti paparkan. Ia juga mengungkapkan beberapa hasil ikutan kelapa sawit yang bisa dimanfaatkan untuk pakan sapi, diantaranya Palm Pressing Fibre (10% dari TBS), Lumpur sawit (20% dari TBS), Bungkil kelapa sawit (49,5% dari inti sawit), pelepah serta daun kelapa sawit dan tandan buah kosong (35% dari TBS). Di kaltim juga ada kelompok ternak Rejeki Baru yang menggembalakan sapinya di areal perkebunan sawit yang sampai sekarang memiliki populasi sapi lebih dari 500 ekor. “pembangunan peternakan pola integrasi ternak sapi dengan perkebunan kelapa sawit sangat potensial dikembangkan untuk menggerakan perekonomian berbasis pertanian di pedesaan. Tentu diperlukan adanya kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah, pusat, swasta, LSM maupun perguruan tinggi untuk terwujudnya pembangunan integrasi ternak sapi dengan perkebunan sawit,” harapan Gusti mengkahiri penyampaian materinya. Seminar internasional ini di akhiri dengan penampilan seni musik perkusi “D-Ransum” yang merupakan UKM seni mahasiswa Fakultas Peternakan IPB.

Penulis : Heru Nugraha (IPB)

0 komentar

Seminar Livestock Vaganza "Pengembangan Peternakan Berwawasan Lingkungan"


      Minggu (16/9), Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak (HIMAPROTER) telah melaksanakan Seminar Nasional yang merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Livestock Vaganza 2012. Kegiatan yang diadakan di auditorium Jannes Humntal Hutasoit ini mampu menyedot antusias mahasiswa, terutama mahsiswa peternakan. Tidak kurang dari 250 orang ikut serta dalam Seminar Nasional yang bertemakan “Pengembangan Peternakan Berwawasan Lingkungan.” Hadir dalam seminar ini dekan Fakultas Peternakan bapak Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr sekaligus sebagai salah satu narasumber seminar bidang akademisi, wakil dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. M. Yamin, M.Agr. SC, dosen-dosen Fapet IPB serta tamu undangan dari seluruh Himpunan Profesi se-IPB. Seminar ini di moderatori oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA (Guru besar genetika ternak Fapet IPB), dan sebagai narasumber Dr. Djoko Purwanto (mewakili direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan) serta Nurul M. Karim (Superintendent Conservation and Agribusines Development PT. Kaltim Prima Coal). 

     Rangga Lawe Sandjaya sebagai ketua pelasakna dalam sambutannya mengatakan, bahwa mahasiswa perlu ikut serta dalam mensukseskan program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014. Sedangkan Aditya Ananda selaku ketua HIMAPROTER mengharapkan bahwa seminar ini bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan peternakan pada khususnya dan sebagai bekal modal untuk membangun peternakan masa depan yang lebih baik. “Maju peternakan ku, maju Indonesia ku”, dengan semangat Adit memimpin jargon kepada peserta seminar. Dalam sambutannya wakil dekan Fapet IPB, Dr. M. Yamin berkata, “saat ini isu lingkungan menjadi PR yang sangat berat bagi industri peternakan. Oleh karena itu, untuk pengembangan peternakan memerlukan keharmonisan interdisiplin ilmu.” Setelah menyampaikan sambutan, Dr. Yamin juga membuka seminar Livestock Vaganza dengan resmi. 

      Sebagai narasumber pertama, Dr. Luky menyampaikan bahwa industri peternakan tidak akan bisa berdiri sendiri dengan kokoh, perlu ada interaksi dan kerja sama dengan pihak lain. “Setiap Industri yang menghasilkan by product, pada dasarnya tidak akan bisa berdiri sendiri. Apakah itu pertanian, kehutanan, perkebunan, bahkan industri tambang, dipastikan meninggalkan by product yang memerlukan pengelolaan”, kata ahli agronomi hijauan pakan ini. “Pengembangan peternakan akan terbentur dengan masalah lahan. Lahan dapat digunakan sebagai pertanian dan juga bisnis. Perlu adanya kolaborasi untuk menyelesaikan masalah lahan, sehingga peternakan bisa masuk dan menjadi sumber ekonomi yang menguntungkan. Contohnya adalah lahan bekas tambang yang akan menyisakan galian-galian dengan lubang-lubang besar disana sini dan lahan menjadi tidak subur. Hal tersebut memerlukan reklamasi lahan yang cukup berat dan dapat diikuti dengan memasukan peternakan sebagai aktivitas ekonomi yang mengarah pada konservasi lahan yang menguntungkan”, lulusan sarjana peternakan IPB tahun 1990 ini menuturkan dengan santai.

     Penyelesaian lahan bekas tambang menjadi aktivitas ekonomi berbasis peternakan sangatlah mudah, diantaranya 1) Kompetensi land management diperusahaan sangat baik, 2) kompetensi watter management sangat handal, 3) adanya kewajiban untuk mengembalikan lahan pasca tambang untuk areal pemanfaatan lain, dan 4) trend minat untuk pengembangan peternakan dilahan pasca tambang seringkali dijumpai dari pimpinan-pimpinan perusahaan tambang. Disamping integrasi dengan lahan pasca tambang, peternakan pun dapat diintegrasikan di lahan perkebunan sawit. Integrasi sapi dengan sawit sangatlah memungkinkan. Dengan lahan sawit sekitar 9 juta Ha, bisa menghasilkan pakan sapi yang diambil dari by product pengolahan minyak sawit dan dari pelepah sawit. Adapun sapi dapat dijadikan sebagai penghasil kotoran untuk pemanfaatan pupuk kelapa sawit. Selain itu, Sylvopastura juga dapat digunakan sebagai sarana peternakan. Masih banyak lahan-lahan yang dapat dijadikan pastura, terutama lahan di Indonesia bagian Timur, menurut peneliti kelahiran sukabumi ini menyampaikan.

    Pembicara kedua adalah Djoko Purwanto dari Ditjennak dan Keswan yang membawakan materi kebijakan pemerintah dalam mendukung usaha integrasi peternakan dengan sektor lain di Indonesia. Djoko menyampaikan pemerintah membagi pengembangan peeternakan menjadi 3 kawasan, yaitu 1) kawasan penggembalaan, 2) kawasan padat penduduk dan 3) kawasan integrasi. Dikelompokan menjadi beberapa kawasan supaya memudahkan dalam penetapan program pemerintah supaya tepat. Kawasan 1 diperuntukan daerah Indonesia bagian timur yang memang masih memiliki lahan luas dengan penduduk yang tidak terlalu banyak. Daerah yang masuk kawasan 2 adalah Jawa dan Bali, sedangkan daerah yang masuk ke kawasan 3 adalah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. 

Penulis : Heru Nugraha (IPB)
0 komentar

Generasi Muda Peternakan akan Terbang di ASEAN


      
     Perkembangan informasi, teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini tidak lagi mengenal kawasan sektoral tetapi lebih menuju global, yaitu kemajuan yang harus disertai peningkatan sumber daya manusianya. Lintas sektor dan negara bukan lagi menjadi halangan untuk peningkatan kapasitas secara individu maupun kelompok. Terutama dalam bidang pendidikan tidak hanya harus belajar dikelas, tetapi belajar dinegara lain yang serumpun akan menjadi impian yang bakal tercapai sekarang ini. Generasi muda sudah saatnya sekarang melibatkan diri secara langsung dalam peningkatan kompetensi peternakan. Mengingat perkembangan ekonomi suatu negara dikatakan tergantung keinginan dan kemauan anak mudanya. Sudah saatnya pemikiran yang bersifat lokal dan individual ditinggalkan.

        Rabu, 10 September 2012 bertempat di ruang sidang dekanat Fakultas Peternakan IPB merupakan hari yang paling bersejarah bagi mahasiswa Fakultas Peternakan yang ikut serta dalam penggalangan dukungan untuk terbentuknya sebuah Networking yang sekarang tidak hanya di Indonesia saja melainkan ke negara-negara ASEAN yang akan dinamakan dengan SEAASS-NET (South East Asia Animal Science Student Network). Adapun Fakultas Peternakan yang ikut serta mengirimkan mahasiswanya untuk mendukung terbentuknya SEAASS-NET diantaranya adalah Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Jambi, Universitas. Lampung, Institut Pertanian Bogor sebagai tuan rumah dan juga inisiator, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Padjajaran, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Lamongan, Politeknik Jember, Universitas Kanjuruhan Malang dan Universitas Mataram. Adanya kesepakatan yang ditandai dengan penandatanganan mendukung terbentuknya SEAASS-NET dari masing-masing universitas yang datang dapat membuktikan betapa penting dan manfaatnya jika SEAASS-NET segera terbentuk. Saat ini yang menjadi koordinator Indonesia adalah Amalia Ikhwanti, mahasiswi Fakultas Peternakan IPB.
Tujuan yang ingin dicapai
SEAASS-NET memiliki tujuan menjalin jalur komunikasi dan informasi antar mahasiswa peternakan se-Asia Tenggara untuk keperluan kerjasama di bidang akademik yang saling menguntungkan, mengkaji dan memberikan solusi terhadap isu-isu di bidang peternakan, memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat di bidang keilmuan peternakan. 

Kegiatan Khusus dan Umum
       SEAASS-NET memiliki kegiatan umum diantaranya menyusun data base keanggotaan  SEAAS-NET, membangun sistem informasi yang efektif dan efisien di bidang akademik dan kerjasama bagi anggota SEAAS-NET, mengembangkan kualitas mahasiswa anggota SEAAS-NET. Kegiatan khusus yang akan dilaksanakan adalah menyediakan informasi yang berkaitan dengan pertukaran pelajar, magang,  beasiswa, lowongan kerja, dan teknologi tepat guna, melaksanakan simposium terkait permasalahan global setiap tahun sesuai dengan kesepakatan anggota, mempromosikan SEAAS-NET ke seluruh universitas di Asia Tenggara,  dan melaksanakan kajian serta memberikan masukan kepada stakeholder untuk pengembangan peternakan atau kebijakan strategis.

      Dengan adanya SEAASS-NET  ini dapat menjadi wadah untuk mahasiswa peternakan untuk ikut serta membangun industri peternakan melalui karya dan hasil pemikiriannya yang dapat di-share ke seluruh mahasiswa peternakan anggota SEAASS-NET  kedepan dan memberikan solusi untuk isu-isu penting yang mengancam perkembangan peternakan. Anggota dapat mengikuti kegiatan seperti magang, annual meeting, simposium, Student exchange dan kegiatan lainnya ke universitas di negara lain yang tergabung dalam SEAAS-NET. Diharapkan dengan akan terbentuknya SEAAS-NET ini bisa meningkatkan peran mahasiswa peternakan dalam perkembangan industri peternakan terutama di Asia Tenggara. Networking ini paling tidak harus memiliki jargon yang kuat dalam MENYELAMATKAN PANGAN DUNIA yang saat ini permintaannya akan semakin terus meningkat. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak sangat diharapkan untuk terwujudnya jaringan keprofesian bidang peternakan ini sehingga dapat mencapai kerja yang maksimal dan bermanfaat untuk semua pihak.

Penulis : Heru Nugraha (PB ISMAPETI)

0 komentar

PDH ISMAPETI Wilayah III

Asalamualaikum, teman-temen ini desain seragam ISMAPETI Wilayah III yang sudah jadi.


Keterangan :
1.   Kantongnya satu didepan masuk ke dalam
2.   Tulisan yg kecil di belakang jadinya salam cinta dari ujung kandang.
3.   Untuk ukuran. Cowok : S Panjang 66 Cm, Lingkar Badan 90 Cm. M Panjang 70 Cm, lingkar badan 100 Cm. XL Panjang 76 Cm Lingkar Badan 116 CM. XXL Panjang 80 Cm, Lingkar Badan 124 Cm. Cewe : M Panjang 68 Cm, lingkar badan 90 Cm, L Panjang 72 Cm, Lingkar badan 96 Cm, XL Panjang 74 Cm Lingkar Badan 104 Cm

* Untuk Pemesanan Hubungi Bayu Dboy (Unsoed) 08567945190
* Sms Dengan Format Nama, Ukuran dan Asal Institusi. Pemesanan dan DP Paling lambat Hari Jumat 2 November 2012

0 komentar

Download Materi Seminar Regional "Peran Ternak Lokal dalam Menunjang Swasembada daging 2014"

Bagi kawan-kawan yang ingin memiliki materi yang disampaikan oleh pembicara dalam acara Seminar Regional "Peran Ternak Lokal dalam Menunjang Swaiembada daging 2014" 20 Oktober 2012 di Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soederman dapat mengunggah softfilenya di bawah ini:

Download materi seminar
0 komentar

Audiensi dengan BPTU Baturaden

Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah atau disingkat( BBPTU SP u pusat ) Baturraden merupakan  satu-satunya Balai milik Indonesia yang berfokus pada pembibitan sapi perah. BBPTU berdiri sejak tahun 1963 yang diresmikan oleh wapres Muhammad Hatta. Sebagai satu-satunya tempat pembibitan sapi perah di indonesia, tentunya BBPTU memiliki tugas yang sangat berat dimana harus menyediakan ternak unggul setiap tahunnya agar kebutuhan rakyat indonesia akan susu dapat terpenuhi, akan tetapi kondisi sekarang ini indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan susu dalam negeri, hal ini terbukti 70% kebutuhan susu nasional adalah berasal dari import. Hal ini sanagatlah mengkhawatirkan mengingat konsumsi nasional semakin meningkat seiring dengan membaiknya tingkat perekonomian nasional serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi. Hal inilah membuat Ismapeti Wilayah III bersilaturrokhim dan berdiskusi mengenai kondisi pembibitan sapi perah.

Diskusi dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 27 april 2012 di ruang rapat utama BBPTU. Peserta diskusi diantaranya dihadiri oleh Pengurus Wilayah Ismapeti, Undip, Unsoed dan UNS, sementara perwakilan dari BBPTU diwakili oleh Ir. Basuki (Ka Sie. Pelayanan Harian), Drh. Siwi (Ka. Sie. Pelayanan Teknis) dan Heri Supriyadi (Ka Sie Informasi), sedangkan Kepala BBPTU SP Ir. Ali rahman sedang tidak ada di tempat karena sedang melaksanakan tugas di Belanda.

Ir. Basuki dalam pemaparanya menjelaskan mengenai sejarah berdirinya BBPTU dan populasi ternak sapi perah di BBPTU SP. Populasi BBPTU SP saat ini berjumlah689 ekor terdiri dari 333 ekor sapi betina dewasa, 229 ekor pedet dan 127 ekor pejantan, hal ini sangat jauh memenuhi kebutuhan populasi ternak nasional sebesar 597.000 ekor. Oleh karena itu untuk memenuhi jumlah populasi tersebut BBPTU terpaksa mengimport sapi dari Australia dan Selandia Baru mengingat peningkatan jumlah populsi membutuhkan waktu yang sangat lama meskipun menggunakan teknologi reproduksi. BBPTU dalam waktu dekat juga akan mengimport kembali ternak sapi perah dari selandia baru sebanyak 150 ekor untuk menambah jumlah bibit yang ada.

Dengan keterbatasan anggaran yang berasal dari pusat,  BBPTU sebagai penyedia bibit sapi perah juga berupaya untuk meminimalisir import diantaranya dengan menerapkan berbagai teknologi reproduksi diantaranya transfer embrio, IB, Sperm spinning, dsb. Dalam penyaluran ternak BBPTU mendirikan VBC sapi perah dimana kegiatan VBC ini melibatkan peternak yang secara terus menerus di pantau perkembanganya oleh BBPTU SP. VBC sapi perah yang dimiliki BBPTU SP sekitar 25 VBC yang terletak di empat provinsi dan 5 kabupaten, VBC ini akan terus meningkat demi meningkatnya populasi ternak sapi perah. “Pada saat ini BBPTU terfokus pada peningkatan populasi perah demi tercapainya swasembada susu pada tahun 2019″, ujar Drh. Siwi.

Dalam diskusi ini Ismapeti wilayah III menyampaikan gagasan pemikiranya yang dibacakan oleh Kordinator wilayah III, Teguh Ari Wibowo, rekomendasi tersebut diantaranya:
1. Melakukan kerjasama dengan UPTD yang ada di Kabupaten dalam hal penyebaran bibit sehingga BBPTU fokus terhadap peningkatan mutu dan kuantitas bibit sapi perah.
2. Melakukan kerjasama yang lebih menguntungkan pemerintah dan peternak dengan pihak swasta dalam program bibit sapi perah unggul serta memberikan penekanan kepada perusahan PMA agar  memberikan informasi mengenai pengembangan ternak unggul sapi perah.
4. Tidak mengimport ternak yang berasal dari satu negara dan bibit yang didatangkan harus lebih sesuai dengan kondisi negara kita.
5. Menjalin kerjasama secara terus menerus dengan lembaga pemerintah maupun swasta dalam hal memanajemen pembentukan kelompok ternak sapi perah sehingga pola fikir peternak dapat berubah yang  semula peternakan merupakan hasil sampingan pendapatan ekonomi menjadi hasil utama dari pendapatan ekonomi.
6. Melakukan kerjasama dengan Koperasi susu dalam penetapan harga susu di Indonesia
0 komentar

Open Recruitment Badan Pekerja ISMAPETI Wilayah III 2012


   Dalam rangka akan diselenggarakanya Musyawarah Wilayah Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia  (MUSWIL ISMAPETI) Majelis Pekerja (MP) ISMAPETI WILAYAH III akan membentuk Badan Pekerja (BP) MUSWIL. BP MUSWIL terdiri dari 5 orang yang merupakan perwakilan dari masing-masing Institusi anggota ISMAPETI wilayah III.

BP MUSWIL bertanggung jawab untuk :
  1. Menyusun draft agenda acara Musyawarah Wilayah, menyusun AD/ART dan GBBK ISMAPETI Wilayah III, dan merumuskan rekomendasi kepengurusan yang akan datang.
  2. Memberikan penjelasan tentang materi MUSWIL pada waktu siding MUSWIL.

Persyaratan calon Badan Pengurus ISMAPETI Wilayah III:

1.   Mahasiswa aktif dari Fakultas/Jurusan Peternakan institusi anggota ISMAPETI
      wilayah III  yang diutus  oleh Presiden BEM atau Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan.
2.   Berdedikasi tinggi terhadap peternakan Indonesia
3.   Berkomitmen dan bertanggungjawab terhadap amanah seorang Badan Pekerja
4.   Mampu bekerjasama dalam tim
5.   Bersedia berkontribusi penuh dengan dasar penuh keikhlasan
6.   Maksimal angkatan 2010
7.   Mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran ke E-mail : ismapetiwilayah3@gmail.com
8.   Mengirimkan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan tugas menjadi BP.


Jadwal proses seleksi Badan Pekerja ISMAPETI Wilayah III:
1   29 Oktober – 04 November    : Pendaftaran dan pengiriman berkas administrasi calon B
2.  05 November – 11 November : Proses seleksi administrative dan interview (via telephone)
3.  12 November                          : Pengumuman hasil seleksi

*Satu institusi anggota ISMAPETI Wilayah III maksimal mengirimkan 2 (dua) pendaftar.
*Pengumuman akan dilakukan melalui Blog ISMAPETI Wilayah III

Formulir Pendaftaran download di bawah ini

Informasi lebih lanjut hubingi:
Dini          : 081390135750
Shodiq     : 087836002754


0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ISMAPETI WILAYAH III - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
ttp://kompiajaib.blogspot.com/ -->